UniquePetualang.com – Babak Grand Final Honor of Kings (HOK) di Tiongkok, bertajuk KPL 2025, resmi tercatat di Guinness World Records.
Turnamen ini dinobatkan sebagai ajang esports dengan penonton offline terbanyak di dunia, mencapai 62.196 orang.
Ajang Grand Final KPL 2025 menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan peringatan 10 tahun peluncuran Honor of Kings di Tiongkok.
Pihak penyelenggara menyiapkan produksi acara berskala besar, lengkap dengan upaya pemecahan rekor dunia sebagai bagian dari perayaan tersebut.

Rekor Baru Untuk Game Mobile Dunia
Grand Final KPL 2025 berlangsung di Beijing National Stadium, atau Bird’s Nest, untuk mewujudkan ambisi besar turnamen ini.
Venue legendaris yang pernah digunakan untuk upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008 ini memiliki kapasitas hingga 80.000 penonton.
Langkah tersebut mendapat sambutan luar biasa dari komunitas esports Honor of Kings di Tiongkok.
Hanya dalam kurang dari satu menit sejak penjualan dibuka, sebanyak 60.000 tiket—atau sekitar 78% kapasitas stadion—langsung terjual habis.
bukti nyata besarnya antusiasme penggemar esports di China dan menegaskan skala industri esports negeri tersebut yang terus berkembang di tingkat global.
Menariknya, rekor baru yang dicetak Kings Pro League (KPL) 2025 berhasil mengalahkan pencapaian ajang esports besar lainnya.
Sebelumnya, rekor ini dipegang League of Legends World Championship 2017 di Beijing National Stadium dengan 40.000 penonton.
Honor of Kings resmi mencatat rekor dunia esports dengan lebih dari 62.000 penonton offline.

Esport Game Mobile Sudah Bersaing Dengan Game PC
Keberhasilan Kings Pro League (KPL) 2025 mencetak rekor dunia esports menandai tonggak sejarah baru bagi industri esports global.
Capaian ini menunjukkan bahwa turnamen mobile esports kini mampu menyaingi bahkan melampaui popularitas game PC kompetitif seperti League of Legends dan Dota 2.
Analis industri menilai bahwa langkah besar ini menjadi bukti bahwa mobile gaming kini dominan dalam pertumbuhan pasar esports dunia.
China, sebagai pasar terbesar untuk game mobile, berhasil memanfaatkan momentum ini dengan dukungan infrastruktur, sponsor besar, dan komunitas penggemar yang solid.
“Honor of Kings bukan sekadar game, tapi fenomena budaya yang menyatukan jutaan pemain dan penonton di seluruh dunia,” ungkap salah satu analis esports China.
Nilai Ekonomi dan Strategi di Balik Kesuksesan KPL

Rekor ini juga membawa dampak ekonomi yang signifikan.
Menurut laporan media lokal, KPL 2025 berhasil menarik lebih dari ratusan juta yuan dalam penjualan tiket, sponsor, dan hak siar digital.
Beberapa merek besar seperti Tencent, Vivo, dan Mercedes-Benz tercatat ikut mendukung acara tersebut.
Selain itu, keberhasilan di stadion besar seperti Bird’s Nest menunjukkan keseriusan pemerintah dan pelaku industri dalam mengangkat esports sebagai dari ekonomi kreatif nasional.
Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Tiongkok yang sejak 2023 secara resmi mengakui esports sebagai profesi sah di bidang olahraga digital.
Temukan Berita Mengenai Tips Sehat hanya di sini
